Sabtu, 27 Oktober 2012

Destilasi

 


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Mempelajari proses pemisahan dengan teknik destilasi harus dapat memahami bahwa semua molekul dalam fasa cair memiliki dinamika pergerakan yang konstan. Pembangkitan tekanan yang internal dan kecenderungan molekul lepas dari permukaan dalam bentuk uap, tergantung pada karakteristik cairan. Tekanan uap adalah ukuran kecenderungan terlepasnya molekul dari permukaan cairan, tekanan uap adalah sifaf dari cairan itu dan tidak tergantung pada komposisi fasa uap. Peningkatan temperature akan meningkatkan pergerakan molekul fasa cair sehingga mempercepat proses terlepasnya molekul (Alimin dkk, 2007, hal: 35).
Destilasi adalah suatu proses pemurnian yang didahului dengan penguapan senyawa cair dengan cara memanaskannya, kemudian mengembunkan uap yang terbentuk. Prinsip dasar dari destilasi adalah perbedaan titik didih dari zat-zat cair dalam campuran zat cair tersebut sehingga zat (senyawa) yang memiliki titik didih terendah akan menguap lebih dahulu, kemudian apabila didinginkan akan mengembun dan menetes sebagai zat murni atau  yang sering disebut dengan destilat (Anonim, 2012).
1
 
Dengan demikian dasar pemisahan pada destilasi adalah perbedaan titik didih komponen cairan yang dipisahkan pada tekanan tertentu. Penguapan diferensial dari suatu campuran cairan merupakan bagian terpenting dalam proses pemisahan dengan destilasi, diikuti dengan penampungan material dengan cara pendinginan dan pengembunan dalam kondensor (Alimin dkk, 2007, hal: 36).
Berdasarkan penjabaran di atas maka untuk memperdalam pengetahuan tentang  teknik destilasi maka dilakukanlah percobaan tentang proses destilasi secara sederhana.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari percobaan ini adalah:
1.      Bagaimana cara mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana ?
2.      Berapa volume destilat dan volume residu yang diperoleh dari sampel minuman berkarbonasi (coca-cola) yang didestilasi ?
C.    Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah:
1.    Mengetahui prinsip dasar proses destilasi secara sederhana.
2.    Memurnikan sampel minuman berkarbonasi (coca-cola).










 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih. Secara sederhana destilasi dilakukan dengan memanaskan/menguapkan zat cair lalu uap tersebut didinginkan kembali supaya jadi cair dengan bantuan kondensor. Destilasi digunakan untuk memurnikan zat cair, yang didasarkan atas perbedaan titik didih cairan. Pada proses ini cairan berubah menjadi uap. Uap ini adalah zat murni. Kemudian uap ini didinginkan pada pendingin ini, uap mengembun manjadi cairan murni yang disebut destilat. Destilat dapat digunakan untuk memperoleh pelarut murni dari larutan yang mengandung zat terlarut misalnya destilasi air laut menjadi air murni (Zulfikar, 2012).
Menurut Anonim (2012) macam-macam destilasi antara lain :
a.         Destilasi sederhana
Destilasi sederhana adalah salah satu cara pemurnian zat cair yang tercemar oleh zat padat/zat cair lain dengan perbedaan titik didih cukup besar, sehingga zat pencemar atau pengotor akan tertinggal sebagai residu. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran cair-cair, misalnya air-alkohol, air-aseton.
b.        Destilasi bertingkat
3
 
Destilasi bertingkat atau fraksinasi adalah proses pemisahan destilasi ke dalam bagian-bagian dengan titik didih makin lama makin tinggi yang selanjutnya pemisahan bagian-bagian ini dimaksudkan untuk destilasi ulang. Destilasi bertingkat merupakan proses pemurnian zat/senyawa cair dimana zat pencampurnya berupa senyawa cair yang titik didihnya rendah dan tidak berbeda jauh dengan titik didih senyawa yang akan dimurnikan. Dengan perkataan lain, destilasi ini bertujuan untuk memisahkan senyawa-senyawa dari suatu campuran yang komponen-komponennya memiliki perbedaan titik didih relatif kecil. Destilasi ini digunakan untuk memisahkan campuran aseton-metanol, karbon tetra klorida-toluen.
c.    Destilasi uap
Untuk memurnikan zat/senyawa cair yang tidak larut dalam air, dan titik didihnya cukup tinggi, sedangkan sebelum zat cair tersebut mencapai titik didihnya, zat cair sudah terurai, teroksidasi atau mengalami reaksi pengubahan (rearranagement), maka zat cair tersebut tidak dapat dimurnikan secara destilasi sederhana atau destilasi bertingkat, melainkan harus didestilasi dengan destilasi uap. Destilasi uap adalah istilah yang secara umum digunakan untuk destilasi campuran air dengan senyawa yang tidak larut dalam air dengan cara mengalirkan uap air ke dalam campuran sehingga bagian yang dapat menguap berubah menjadi uap pada temperatur yang lebih rendah dari pada dengan pemanasan langsung.
Air soda memiliki rumus kimia HCO. Untuk membuat air soda, komponen yang paling penting adalah air dan gas karbondioksida. Air soda memang dibuat dengan melarutkan gas karbondioksida (CO) ke dalam air. Sama seperti oksigen, karbondioksida merupakan gas yang banyak terdapat di alam. Karbondioksida merupakan gas yang kita keluarkan saat bernapas dan diambil oleh tanaman untuk proses fotosintesis. Bila diinjeksi ke dalam air dengan tekanan tinggi, karbondioksida akan membentuk asam karbonat., Itulah sebabnya disebut minuman berkarbonasi (carbonated beverages). Asam karbonat tersebutlah yang bertanggung jawab terhadap timbulnya sentuhan khas soda di mulut (mouthfeel) dan perasaan yang mengigit (bite) pada saat minuman berkarbonasi.diminum. Selain itu, gas karbondioksida juga berpengaruh terhadap timbulnya efek extra sparkle, yang membedakan minuman ringan berkarbonasi dengan non-karbonasi. Extra sparkle adalah efek penampakan berkelap-kelip pada minuman. Secara praktis CO adalah satu-satunya gas yang paling cocok untuk memproduksi penampakan sparkle dalam minuman ringan berkarbonasi tersebut (Firdaus, 2012).
Kelarutan gas karbondioksida sedemikan rupa, sehingga dapat bertahan dalam cairan pada suhu ruang. Jika dikocok secara perlahan, gas tersebut akan melepaskan gelembung dalam minuman. Karbondioksida dapat meningkatkan citarasa pada minuman sehingga orang menikmati saat mengonsumsinya. Pada saat larut dalam air, CO memberikan rasa asam sehingga dapat menurunkan pH menjadi sekitar 3,2 – 3,7. Rasa asam tersebut merupakan rasa khas soda yang membuat orang teringat terus akan rasanya. Salah satu keunggulan minuman berkarbonasi adalah aman dari kontaminasi bakteri, terutama bakteri yang bersifat patogen (penyebab penyakit). Gas karbondioksida yang larut dalam air, bukan hanya menghasilkan rasa yang spesifik, tetapi juga dapat berfungsi sebagai antibakteri untuk mengawetkan minuman secara alami (Anonim, 2012).
Batu didih adalah benda yang kecil, bentuknya tidak rata, dan berpori, yang biasanya dimasukkan ke dalam cairan yang sedang dipanaskan. Biasanya, batu didih terbuat dari bahan silika, kalsium karbonat, porselen, maupun karbon. Batu didih sederhana bisa dibuat dari pecahan-pecahan kaca, keramik, maupun batu kapur, selama bahan-bahan itu tidak bisa larut dalam cairan yang dipanaskan. Fungsi penambahn batu didih adalah  untuk meratakan panas sehingga panas menjadi homogen pada seluruh bagian larutan dan Untuk menghindari titik lewat didih pada larutan tersebut. Pori-pori dalam batu didih akan membantu penangkapan udara pada larutan dan melepaskannya ke permukaan larutan. Tanpa batu didih, maka larutan yang dipanaskan akan menjadi superheated pada bagian tertentu, lalu tiba-tiba akan mengeluarkan uap panas yang bisa menimbulkan letupan/ledakan (bumping).
Batu didih tidak boleh dimasukkan pada saat larutan akan mencapai titik didihnya. Jika batu didih dimasukkan pada larutan yang sudah hampir mendidih, maka akan terbentuk uap panas dalam jumlah yang besar secara tiba-tiba. Hal ini bisa menyebabkan ledakan ataupun kebakaran. Jadi, batu didih harus dimasukkan ke dalam cairan sebelum cairan itu mulai dipanaskan (Anonim, 2012).















BAB III
METODE PERCOBAAN
A.    Waktu dan Tempat
            Hari/tanggal : Senin/23 April 2012
Pukul            : 14.00 – 16. 30 WITA
Tempat       : Laboratorium Kimia Analitik Universitas Islam Negeri  (UIN) Alauddin Makassar

B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
Adapun alat yang digunakan pada percobaan ini adalah :
a.       Aerator                                                            1 buah
b.      Botol semprot                                                             1 buah
c.       Erlenmeyer                                                      1 buah
d.      Gabus berlubang                                             1 buah
e.       Gelas kimia 250 mL                                        1 buah
f.       Gelas ukur 100 mL                                         1 buah
g.      Kasa asbes                                                       1 buah
h.      Kondensor                                                      1 buah
i.        Kompor listrik                                                 1 buah
j.        Labu destilasi 1000 mL                                  1 buah
k.      Receive adaptor                                              1 buah
l.        Selang karet                                                    1 buah
m.   
7
 
Spatula                                                                        1 buah

 
n.      Statik dan klem                                               1 buah
o.      Steel head                                                       1 buah
p.       Termometer 2000C                                         1 buah
2.      Bahan
Adapun bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah :
a.       Batu didih                                                       3 buah
b.      Es batu                                                            4 buah
c.       Sampel coca-cola                                            300 mL
d.      Tissue                                                              1 gulung

C.    Prosedur Kerja
Prosedur kerja dari percobaan ini adalah:
1.      Memasang rangkaian alat destilasi.
2.      Mememasukkan sampel coca-cola kedalam labu destilasi sampai 2⁄3 bagian dari labu destilasi.
3.      Menjalankan air melalui kondensor
4.      Memanaskan labu destilasi sampai sampel coca-cola tersebut mendidih.
5.      Mengamati temperatur pada termometer dan membaca titik didih destilasi.
6.      Mengukur volume destilat yang diperoleh.
7.      Memasukkan data yang diperoleh tersebut ke dalam tabel.





 

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.       Hasil Pengamatan
Suhu (T) pada tetesan pertama                            = 100 0C
Volume destilat                                                    =  25 mL
Volume residu                                                      =  270 mL
Waktu destilasi                                                    = 40 menit

B.       Pembahasan
Pada percobaan ini dilakukan prinsip dasar destilasi secara sederhana dengan menggunakan sampel minuman berkarbonasi (coca-cola), hal yang pertama dilakukan adalah memasukkan sampel ke dalam labu destilasi sampai 2⁄3 dar labu destilasi tersebut, selain itu dimasukkkan pula batu didih, fungsi dari penambahan dari batu didih ini adalah sebagai pencegah letupan-letupan  sehingga mengurangi resiko kecelakaan pada saat kita melakukan proses destilasi. Selanjutnya menghubungkan labu destilasi dengan kondensor dan memanaskan sampel tersebut sampai mendidih dan diukur suhunya dengan termometer. 
9
 
Adapun fungsi masing-masing alat yaitu labu destilasi sebagai wadah untuk penyimpanan sampel yang akan didestilasi. Kondensor atau pendingin yang berguna untuk mendinginkan uap destilat yang melewati kondensor sehingga menjadi cair. Kondensor atau pendingin yang digunakan menggunakan pendingin air dimana air yang masuk berasal dari bawah dan keluar di atas, karena jika airnya berasal dari atas maka air dalam pendingin atau kondensor tidak akan memenuhi isi pendingin sehingga tidak dapat digunakan untuk mendinginkan uap yang mengalir lewat kondensor tersebut. Oleh karena itu pendingin atau kondensor air masuknya harus dari bawah sehingga pendingin atau kondensor akan terisi dengan air maka dapat digunakan untuk mendinginkan komponen zat yang melewati kondensor tersebut. Termometer digunakan untuk mengamati suhu dalam proses destilasi. Erlenmeyer sebagai wadah untuk menampung destilat yang diperoleh dari proses destilasi. Pemanas berguna untuk memanaskan sampel yang terdapat pada labu destilasi. Penggunaan batu didih pada proses destilasi dimaksudkan untuk mempercepat proses pendidihan sampel dengan menahan tekanan atau menekan gelembung panas pada sampel serta menyebarkan panas yang ada ke seluruh bagian sampel. Sedangkan statif dan klem berguna untuk menyangga bagian-bagian dari peralatan destilasi sederhana sehingga tidak jatuh.
Dari hasil pengamatan sampel tersebut mendidih tepat pada suhu 100 0C dengan volume awal sampel 300 mL dan setelah didestilasi menhasilkan destilat  sebesar 25 mL dan residu sebesar 270 mL selama 40 menit serta kehilangan sampel sebanyak 5 mL, hal ini terjadi karena sebagian sampel keluar melalui gabus yang berlubang yang ada pada thermometer  kemudian menjadi uap . Hasil destilat sebanyak 25 mL tersebut menandakan bahwa dalam 300 mL sampel hanya 25 mL yang merupakan zat murni dalam sampel tersebut dan selebihnya adalah residu yang merupakan gabungan dari beberapa senyawa kimia.




 

BAB V
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Prinsip dasar dari destilasi sederhana adalah perbedaan titik didih dari 2 zat cair sehingga akan menghasilkan destilat dan residu.
2.      Hasil destilat dari sampel minuman berkarbonasi (coca-cola)  tersebut sebesar 25 mL dan residunya sebesar 270 mL.

B.     Saran
Saran dari percobaan ini sebaiknya untuk percobaan selanjutnya digunakan sampel sampel air laut atau air sungai agar dapat diketahui perbandingan destilat dari sampel tersebut.


















11
 
 


DAFTAR PUSTAKA
Alimin, dkk. Kimia Analitik. Makassar: Alauddin Press, 2007
Anonim. Batu Didih. http//id. Wikipedia. Org/ 17 April2012
Anonim. Destilasi. http//id. Wikipedia. Org/ 24 April 2012
Anonim. Minuman Berkarbonasi. http//id. Wikipedia. Org/ 24 April 2012
Firdausscount. Destilasi. http://firdausscout.wordpress.com/ 24 April 2012
 Zulfikar. Pemisahan Destilasi. http//www. Chem.-is-try. Org/ 24 April 2012

















LEMBAR PENGESAHAN
Laporan lengkap paktikum Dasar-dasar Pemisahan Kimia dengan judul
 “ Destilasi “ disusun oleh :
Nama        : Abdul Rahman Arif
NIM          : 60500110002
Kelompok : I (Satu)
telah diperiksa dan dikonsultasikan oleh koordinator asisten/asisten dan dinyatakan
diterima.

Samata,  April 2012
                                                                                                                 
Koordinator Asisten,                                                                               Asisten,
                                                                                               

( Wahyuni S.Si )                                                                              ( Ahmad Yani S.Si )

Mengetahui
Dosen Penanggung Jawab

( Dra. Sitti Chadijah M. Si )
                                               Nip : 19680216 199903 2001



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar